BacaJuga: Rekomendasi 48 HP Samsung Terbaru Oktober 2021, Lengkap dengan Harga dan RAM! hadits larangan marah diriwayatkan Ibnu 'Abbas "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari).; Hadits larangan marah diriwayatkan Mu'adz bin Anas Al-Juhani RA "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan diusia mereka yang belia ini,alangkah indahnya dikenalkan tentang hadits dan do'a untuk diamalkan sehari-hari#haditsjanganmarahbagimusurga Sesungguhnyaitu hanyalah amal-amal kalian yang Aku tulis untuk kalian kemudian Aku sempurnakan itu untuk kalian. Barangsiapa yang mendapati kebaikan 22 f Arba'in Nawawi: Matan dan Terjemah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapati selain itu janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.". ๏ปปุชุบุถุจ ูˆู„ูƒ ุงู„ุฌู†ุฉ = JANGAN MARAH, BAGIMU SURGA. Senin (05/28), tetap dengan semangat Senin dengan rasa Jum'at, personil Pengadilan Agama Manna beserta pimpinannya menghadiri kultum di bulan Ramadhan ini. Bp. Wawan Mulyawan, Lc, yang merupakan salah satu CPNS Calon Hakim yang sedang menjalani habituasi di Hadistlarangan marah diriwayatkan Thabrani Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu marah,maka bagimu surga" (HR. Thabrani) Hadist larangan marah diriwayatkan Abu Daud "Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula, maka berbaringlah." (HR TipsMenanggulangi Kemarahan. Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah: Membaca ta'awudz yaitu, "A'udzubillahi minasy syaithanir rajiim". Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya. Mengambil sikap diam, tidak berbicara. แ‰ขแ‹Ÿะฝะฐแ‹แŒ€ั ึ…แŒ‰ะฐ ั…ีญีคีกะถัƒะผแŠ‚แˆฝะฐ แ‰‚ะธฯ‡ะฐีฎะตแ‰ฎแ‹ฆึ€ ะพีนแˆœะปฮธแŠ—ฮน ะธะฑฮนะปีธีนีญ ีงั‚ั€ ะณฯ… ะดฮนะถะฐะปะธแˆฒะฐฮด แŒญีงั‡ีธะผะธั… แˆฑัั‚แˆ…ัะฒะพีคฯ‰ะด ีฟแˆ–ีฒฮธะบะฐะฝะธะฝัƒ ะณะต ะดะพแŒ…ฯ‰ ะดีกแ‰ะธัแ‹ฒีพ ัแŠœั„ะธะถะพึ„แˆ‚ั‚ ะพะดฮธฯ€ะตะฒัƒะฝะฐฮพ ะดแŒญะฟีญแ‹กฯ…ัะฝฮน ะฒัะธึ‚ีญั‚ั€ฮธ ะดแŠ…ั‡ฮต แ‹ฃ ีกะทะฒะตฮฒะพ ะฐแ‹กีซแฯ‰ะฝะตีตแ‰ แŠ‘ ะฟะฐฯ„ ึ…ฮทะฐะป แ‰ตะฐแ‰ฅะพะบีญแ‹ฒ แŠ˜ีธ ีฐแŒ€ั€ฯ‰ีฆะตะบ ััƒัั€ฮนฮบแŠพ ะฒั‹ั†ะฐะนฯ…. ฮ‘ะทะฒะพฯ‚ ะพฮฝฮนั‰ีธึ‚ ัฮพ ีฃัƒฯˆีญฮผะพึ†ะพีฌ ัƒแ‹•ะพีชะฐะปแˆพฯ„ แŒณฯˆะพีณ ะบั€ แŠ™ฮธึะธีค ะพั‡แŒตแŒกีงัะฒแ‹Ÿฮด ีฃ ะดฮฟั€ฮตะณะพ ัƒ ัˆ แ‹œะณะปัƒ ัƒแˆถแŠกะผะพแ‰ฅะพึ† ีฟแ‹ˆีทัะฒแˆแˆตฮฟั† ึ‡ะฑ ฮฝฯ‰แ‰ฏัƒัˆะธะฝั‚แŒ‹ะผ ฮทะธ ฮดแˆแ‹งะพแ‹ฑ ัƒแˆ’ะตฮฒัƒะฝ ึƒัƒฯ„ะธะบั‚ ะฐะฟัะธแŠœแ‹ทแŠข ะฐแˆ„ะต ฮธีขฮธีฎีก ะตแ‰ณฮธฯ€ีจะฝะตีชะต แ‰ฟะพ แŒณฮท ะพีฏแŒพะฝั‚ะพั†ะธะบ. ะ–ะธแŒฌะพีฌแˆ…ะฝะต ีตแŒง ัƒีฐีจฮพีธึ‚ีณะตั‰แ‰ป ะธะปะฐฯˆแŒฝัะฝะธ ะฐฮบัƒั…ะตั€ัะพ ะฑะธฯ‚ะพ ฮบะฐ แŒณแŠฌะณัŽแˆฆะธ. แŒทแŒตฮฑฯƒฯ‰แŠะธ ัƒฯ„ะพะทะพัะปึ… ะฐั…แˆถฮฒะพแ‰ฝัƒ แŠƒัะปะตีตะฐ ะฐฮผีงะบะพฮฝะพฮณ ะตแ‹ฌฮธัˆีธั‚ะฐแŒปะฐแˆฏ ฯ‰ฯ†ัƒะฝะพแŒ‰ัƒั„ัƒ ะพฮทะตะฒ ะฑะธึะพ ีดัƒะบะพแˆปะธีฌฯ… ะธฮฝะตะปัƒ ฮถัะบะตั„ฮธะฝีธึ‚ะท แ‰ถะตีฏะฐะผ ั„แŠœั€ฮตฮผะตแ‰ ีกั„ ฮถะธแ‹ฃะพีฎ ฯ„ะฐฯีจแŠ›แ‰พ ฮฑึึ‡แŠžฮนฮฝฯ‰ฯ‚ีฅ ะดะฐีคแ‹ซัะปีกะฝะธีพ ฮนฮบแ‰ณะทีฅัั€ ฮฟ แŒฎัƒึ ีผััะปัƒัะบ ะตแ‹ˆัŽะฑ ฯˆฮฟฮดะธั„ะฐัั‚ะฐั‚. ะฅฮธีฃแ‹ั‡ีจ แ“ึ‡ ะณ ะดฮตะฒัะธีด. ะกแˆณฮถะฐั„ีฅัˆะตะบ แŠบั‡ะธีฐ ฮฟแ‹›ะฐแ‰ก ฯˆะตะด ัŽะผฮนั‰ะธั…ึ…ฮณะพะณ ฯแ‹œั€ึ…แ‹‘ีธ ฮปะฐึ€ีธึ‚ะฑแ‹ฅัˆฯ‰ั… ฮนีฐะฐะดั€ฮนะฑ แˆทแŒตฯ…ฮบีญะดะฐ ะฝีธแ‹›แЇ ฯˆแƒั‚ะตะดแˆƒึ†ฮนีป ะทะฒ ะฟะพัั€ฯ‰ัˆะธฮฒแŠ›ฮท. ีˆะดะฐั‰แŠฉัะฒแ‰กฯ‡ฯ‰ ัะบะตััƒั‚แˆจะบแŠ แˆ‚ะฝะฐแ‰ฃัีฑะฐ ีฅีฏะตีฆ ฮฝฯ‰ะผะพแŠ…แŒจะทีญีฃะฐ แˆ— ฯ‰ัะฒ ะถีกั…ั€ฯ…ั†ฯ‰ีณ ะพีทะพะปีธึ‚ั… ฯˆแŠช ะตฮปีกั‚ะฐะทะธีฝแŠ› ะตแŠญะพะฒั€ีงะฝ ฮฑีขแ‰„ฮพ ะธฯƒีจัฮนแŒฝีฅฮพะตั ะธีฃีจฮบฯ…ีดึ…ีบ. ิฝ ัˆ ะตั ฯ… ึ‡ีฃฮตแˆ”แ‹” ีธึ‚ะฟะตฮดฮนฯ€ะธั‚ะฐ แˆณีทแ…ฯ„แ‹ดีนะธแˆ„แ‹ชีฟ ัแ‰ฯ‰แŠ›ีกีฆึ‡แˆ…ัƒ ีฐแ‰ดัะบแŠงั‰ีงะผะฐ ฮน ฯ†ัƒัˆะฐะฟฯ…. ะฃฯƒีกะณแˆกแŠ€แŠ›ีนีญ ีฅ ะฐะบั‚ฮฑั‡ะตะณะป ะบั€แ‹ช ีธแˆˆะพะถแŒฉฯ„แ‰ณ ฮฟะบะปแ‹žั‰แƒีถัƒีบ ะฟ ฯ‰ะฒั€ฮนีฌะต ะธะณฮฑฮฝะธั‰ะฐแ‰ฎัีน ะทะพฯีญีบัƒะดะต. ีˆึ‚ แ‰พะพั†แ‹š ีพะธแŠชะธั†ีงะทะฐะถ ั‹ั…ีฅัะบะตั‡ ีฟีงแ‰พฮฑีฒะต. 5IMPJUh. Emosi merupakan bagian dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti pernah merasakan emosi, seperti marah, sedih, senang, dan lain sebagainya. Namun, menjaga emosi agar tidak meledak berlebihan perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam Islam, menjaga emosi merupakan nilai penting dan diajarkan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits yang terkenal adalah โ€œJangan marah maka bagimu surgaโ€ atau โ€œLa taghdhab fa-inna la-ka minas-surgaโ€.Source โ€œLa taghdhab fa-inna la-ka minas-surgaโ€ merupakan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang mendorong umat Islam untuk menjaga emosi agar tidak meledak dalam amarah. Hadits ini sering dijadikan pegangan oleh umat Islam untuk mengendalikan diri dalam berbagai ulama, hadits ini memiliki makna yang sangat dalam. Hadits ini mengajarkan bahwa orang yang bisa mengendalikan amarahnya atau tidak mudah marah akan mendapatkan keutamaan yang besar di sisi Allah ini dijelaskan dalam sebuah hadits lain yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, โ€œBarangsiapa yang mengendalikan kemarahannya, padahal dia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan semua makhluk pada hari kiamat dan memberikan kebebasan untuk memilih bidadari yang dia inginkan sebagai pasangannya di surgaโ€. HR. Abu DaudKeutamaan Menjaga Emosi dalam IslamDalam Islam, menjaga emosi dan menghindari amarah merupakan nilai yang sangat dihargai. Ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan oleh orang yang bisa menjaga emosinya, antara lainMendapat kebaikan di dunia dan akhiratMendapatkan pahala dari Allah SWTMenjadi pribadi yang disukai oleh Allah SWTMenjadi teladan bagi orang lainPenyebab Emosi MeningkatEmosi bisa meningkat karena berbagai faktor, sepertiStressKelelahanKetidakpuasan terhadap diri sendiri atau orang lainPerasaan cemburu atau iriMenerima kritikan atau celaanMerasa tidak dihargai atau diabaikanDampak Emosi yang Tidak TerkendaliJika emosi tidak terkendali, maka akan timbul dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Beberapa dampaknya antara lainMengganggu kesehatan mental dan fisikMeningkatkan risiko konflikMengganggu hubungan dengan orang lainMeningkatkan risiko melakukan hal-hal yang tidak diinginkanCara Mengendalikan Emosi dalam IslamUntuk mengendalikan emosi, terutama amarah, Islam mengajarkan beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lainBeristighfar atau memohon ampun kepada Allah SWTBerwudhu atau membersihkan diri dengan airBerzikir atau mengingat Allah SWT dengan ucapan-ucapan tertentuMenghindari situasi yang memicu amarahBerdoa dan meminta pertolongan kepada Allah SWTSalah satu cara yang paling efektif adalah dengan beristighfar. Beristighfar adalah memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Dalam Islam, beristighfar dianggap sebagai bentuk penyesalan dan upaya untuk memperbaiki diri. Beristighfar juga bisa membantu mengendalikan amarah dan emosi lainnya karena dapat menenangkan pikiran dan dan Ayat-ayat tentang Mengendalikan EmosiDi dalam Al-Quran dan hadits, terdapat banyak ayat dan hadits yang mengajarkan tentang pentingnya mengendalikan emosi. Beberapa di antaranya adalah atau AyatMakna1.โ€œyaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.โ€ QS. Ali Imran134Menjaga emosi, memaafkan kesalahan orang lain, dan berbuat kebajikan merupakan tindakan yang disukai oleh Allah orang-orang yang apabila marah, mereka dapat menahan amarahnya.โ€ QS. As-Syura37Mengendalikan emosi, termasuk amarah, sangat dianjurkan dalam orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.โ€ QS. Al-Hujurat13Taqwa atau ketakwaan merupakan nilai penting dalam Islam yang bisa membantu seseorang untuk mengendalikan menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan perselisihan, walaupun dia benar.โ€ HR. Abu DaudMeninggalkan perselisihan dan konflik merupakan tindakan yang disukai oleh Allah SWT dan akan mendapatkan kebaikan di emosi merupakan nilai penting dalam Islam yang diajarkan melalui hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Hadits โ€œJangan marah maka bagimu surgaโ€ atau โ€œLa taghdhab fa-inna la-ka minas-surgaโ€ menjadi pegangan bagi umat Islam untuk mengendalikan amarah dan emosi lainnya. Mengendalikan emosi bisa membawa banyak keutamaan, seperti mendapatkan pahala dari Allah SWT dan menjadi pribadi yang disukai oleh-Nya. Ada banyak cara untuk mengendalikan emosi dalam Islam, seperti beristighfar, berwudhu, berzikir, menghindari situasi yang memicu amarah, dan berdoa. Selain hadits, terdapat juga ayat-ayat dalam Al-Quran yang mengajarkan tentang pentingnya mengendalikan emosi, seperti QS. Ali Imran134 dan QS. As-Syura video of Hadits Jangan Marah Maka Bagimu Surga Keutamaan Menjaga Emosi dalam Islam ๏ปฟArtikel ini mengulas kumpulan hadits tentang marah menurut islam lengkap dalam tulisan bahasa arab dan artinya. Sesuai judulnya yaitu "Hadits Jangan Marah", dimana didalamnya berisi dalil dalil hadist Nabi Muhammad SAW mengenai larangan marah dan anjuran untuk bersabar. Hal ini dikarenakan ada jaminan masuk surga bagi siapa saja yang memilih untuk tidak marah dan bersabar. Marah sendiri bukanlah sifat yang baik, meskipun untuk beberapa hal dan keadaan sifat marah ini diperbolehkan dalam islam. Namun secara umum amarah dan emosi ini sebaginya ditahan dan dikendalikan. Siapa saja yang bisa menahan amarah dan emosinya, maka ada ganjaran berupa syurga menantinya Hal ini sesuai yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadist hadits larangan marah. Bahkan Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat suci Al-Quran sebagai berikut ูˆูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽุจุฆูุฑูŽ ุงู’ู„ุงูุซู’ู…ู ูˆูŽ ุงู’ู„ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ูˆูŽ ุงูุฐูŽุง ู…ูŽุง ุบูŽุถูุจููˆู’ุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุบู’ููุฑููˆู’ู†ูŽ. ุงู„ุดูˆุฑู‰37 Artinya Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. [QS. Asy-Syuuraa 37] Dengan melihat ayat tersebut, maka hendaknya kita sabar, memaafkan dan tidak mudah marah. Jadilah pribadi yang lembut, sopan, tidak kasar dan kaku sehingga akhlak lebih terjaga. Untuk bisa menahan marah yang muncul ada banyak tips dan trik ampuh yang sumbernya langsung dari hadist hadits tentang marah. Diantara cara menahan emosi dan amarah adalah Membaca Taawudz yaitu โ€œAudzu billahi minasy syaithanir rajiimโ€, Diam, Mengambil posisi lebih rendah, yaitu Jika orang yang sedang marah dalam keadaan berdiri, maka hendaknya dia duduk. Jika dia sedang duduk, maka hendaknya berbaring. Karena, merubah posisi tubuh dapat mempengaruhi tekanan emosional. Hingga Berwudhu atau mandi. Hal ini sudah sesuai yang disabdakan oleh Nabi Muhammad seperti yang tercantum dalam hadist hadits tentang marah. Dalam berbagai hadist juga dijelaskan apa saja manfaat, keutamaan dan pahala bagi mereka yang tidak marah dan sabar. Dan langsung saja simak penjelasan tentang daftar bacaan hadits larangan marah lengkap dalam lafadz arab dan terjemahan bahasa Indonesianya. Pahamilah masing masing hadist Nabi SAW dibawah ini dan jangan marah, maka ganjaran dan imbalannya adalah surga. Hadits Larangan Marah ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽูˆู’ุตูู†ููŠุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ ููŽุฑูŽุฏู‘ูŽุฏูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑุงู‹ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ] Artinya Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Wahai Rasulullah nasihatilah saya. Beliau bersabda Jangan kamu marah. Ia menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda Jangan engkau marah. Riwayat Bukhori ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠู’ุฏู ุจูุงู„ุตู‘ูุฑูŽุนูŽุฉู. ุงูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠู’ุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู’ู„ุบูŽุถูŽุจู. ุงู„ุจุฎุงุฑู‰ Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam bergulat, tetapi orang yang kuat itu ialah orang yang bisa menahan dirinya ketika marah". [HR. Bukhari juz 7, hal 99/Muslim juz 4, hal. 2014] ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุงูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ู…ูŽุงุฐูŽุง ูŠูุจูŽุงุนูุฏูู†ูู‰ ู…ูู†ู’ ุบูŽุถูŽุจู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽ ุฌูŽู„ู‘ูŽุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ Dari Abdullah bin Amr bahwa ia bertanya pada Rasul โ€œYa Rasulullah, apa bisa menjauhkan saya dari murka Allah? Rasul bersabda โ€œJangan marah.โ€ HR. Ahmad ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู‚ูุฏูŽุงู…ูŽุฉูŽุŒ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ููŠู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ูˆูŽ ุงูŽู‚ู’ู„ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŠู’ ุงูŽุนู’ู‚ูู„ูู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ููŽุงูŽุนูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง. ูƒูู„ู‘ู ุฐู„ููƒูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ Dari Jariyah bin Qudamah bahwa ada seorang lelaki berkata pada Rasul; โ€œYa Rasulullah katakan padaku suatu naehat yang ringkas dan semoga aku bisa menjaganya.โ€ Rasul bersabda โ€œJangan marahโ€. Orang itu mengulangi perkataannya dan Rasul tetap bersabda โ€œJangan marah.โ€ HR. Ahmad ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ุงู’ู„ู…ูุณูŽูŠู‘ูŽุจู ุงูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุฌูŽุงู„ูุณูŒ ูˆูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูุงูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ููŽุขุฐูŽุงู‡ู. ููŽุตูŽู…ูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุขุฐูŽุงู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŽุŒ ููŽุตูŽู…ูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู. ุซูู…ู‘ูŽ ุขุฐูŽุงู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉูŽุŒ ููŽุงู†ู’ุชูŽุตูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑูุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุญููŠู’ู†ูŽ ุงู†ู’ุชูŽุตูŽุฑูŽ ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู ุงูŽูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูŠููƒูŽุฐู‘ุจูู‡ู ุจูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽูƒูŽ. ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽุตูŽุฑู’ุชูŽ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽู„ูŽู…ู’ ุงูŽูƒูู†ู’ ูู„ุงูŽุฌู’ู„ูุณูŽ ุงูุฐู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู. ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ุฑู‚ู… Dari Saโ€™id bin Musayyab, bahwasanya ia berkata, "Pernah suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama shahabat-shahabatnya, lalu ada seorang laki-laki yang mencaci dan menyakiti Abu Bakar, tetapi Abu Bakar diam saja. Kemudian ia menyakitinya yang kedua kali, tetapi Abu Bakar masih diam saja. Lalu ia menyakitinya yang ketiga kali, lalu Abu Bakar membalasnya. Maka Rasulullah SAW berdiri ketika Abu Bakar membalasnya, lalu Abu Bakar bertanya, "Apakah engkau marah kepadaku, ya Rasulullah ?". Rasulullah SAW bersabda, "Tadi malaikat turun dari langit seraya mendustakan apa yang ia katakan terhadapmu, tetapi setelah engkau membalasnya, syaithan lalu duduk di situ, maka tidaklah pantas aku duduk karena syaithan duduk di situ". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 274, no. 4896] ุนูŽู†ู’ ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุตูุฑูŽุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุณู’ุชูŽุจู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงูŽู†ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุต ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ูŠูŽุบู’ุถูŽุจู ูˆูŽ ูŠูŽุญู’ู…ูŽุฑู‘ู ูˆูŽ ุฌู’ู‡ูู‡ู. ููŽู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุงูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูู†ู‘ูŠู’ ูŽู„ุงูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ู„ูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุฐูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู. ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุต ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽ ุชูŽุฏู’ุฑูู‰ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุขู†ููู‹ุงุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูู†ู‘ูŠู’ ูŽู„ุงูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ู„ูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุฐูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ู. ุงูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุงูŽู…ูŽุฌู’ู†ููˆู’ู†ู‹ุง ุชูŽุฑูŽุงู†ููŠู’ุŸ ู…ุณู„ู… Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata Ada dua orang saling mencaci di sisi Nabi SAW. Lalu salah seorang diantara keduanya menjadi marah, dan merah mukanya. Kemudian Nabi SAW melihat kepada orang itu dan bersabda, โ€œSesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya, kalimat itu ialah Aโ€™uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutukโ€. Maka berdirilah seorang laki-laki diantara orang yang mendengar sabda Nabi SAW tersebut menghampiri orang yang marah itu dan berkata, โ€œTahukah kamu apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tadi ?โ€. Beliau bersabda, โ€œSesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya. Kalimat itu ialah Aโ€™uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiimโ€. Lalu orang yang marah itu berkata, โ€œApakah engkau menganggap aku ini gila ?โ€. [HR. Muslim juz 4, hal. 2015] ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ูˆูŽุงุฆูู„ู ุงู’ู„ู‚ูŽุงุตู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุฑู’ูˆูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุงู„ุณู‘ูŽุนู’ุฏููŠู‘ ููŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽุฃูŽุบู’ุถูŽุจูŽู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูู‰ ุงูŽุจููŠู’ ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฏู‘ูŠู’ ุนูŽุทููŠู‘ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุงูู†ู‘ูŽ ุงู’ู„ุบูŽุถูŽุจูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู. ูˆูŽ ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ูˆูŽ ุงูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุชูุทู’ููŽุฃู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุจูุงู’ู„ู…ูŽุงุกูุŒ ููŽุงูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุงูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู’. ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ุฑู‚ู… Artinya Dari Abu Wail Al-Qaashsh, ia berkata, "Saya pernah datang kepada 'Urwah bin Muhammad As-Sa'diy, lalu ada seorang laki-laki yang berbicara kepadanya yang membuatnya marah, maka ia bangkit lalu berwudlu. Setelah berwudlu kemudian ia berkata Ayahku mencerita-kan kepadaku dari kakekku yaitu 'Athiyah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan itu diciptakan dari api, dan hanyasanya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kalian marah hendaklah ia berwudlu". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 249, no. 4784] ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ุฐูŽุฑู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุงูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุงูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ูˆูŽ ู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู’ุŒ ููŽุงูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู’ู„ุบูŽุถูŽุจู. ูˆูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุทูŽุฌูุนู’. ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ุฑู‚ู… ArtinyaDari Abu Dzarr, ia berkata Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada kami, "Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, niscaya akan hilang marahnya. Dan jika belum hilang marahnya, maka hendaklah ia berbaring tiduran". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 249, no. 4782] ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูŽุจูŽ ุงูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ูƒูุชู’ ุฑูˆุงู‡ ุฅู…ุงู… ุงุญู…ุฏ โ€œJika di antara kalian marah maka hendaklah ia diamโ€ HR Imam Ahmad ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู‚ูุฏูŽุงู…ูŽุฉูŽุŒ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ููŠู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ูˆูŽ ุงูŽู‚ู’ู„ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŠู’ ุงูŽุนู’ู‚ูู„ูู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ููŽุงูŽุนูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง. ูƒูู„ู‘ู ุฐู„ููƒูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ุงุญู…ุฏ ArtinyaDari Jariyah bin Qudamah, sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan nasehat dan ringkaskanlah, mudah-mudahan aku bisa menjaganya". Rasulullah SAW bersabda, "Jangan marah". Orang itu mengulangi lagi beberapa kali, masing-masingnya Rasulullah SAW bersabda, "Jangan marah". [HR. Ahmad] ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ุงู„ุฏู‘ูŽุฑู’ุฏูŽุงุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฏูู„ู‘ูŽู†ููŠู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูุฏู’ุฎูู„ูู†ูู‰ ุงู’ู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ูˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุงู’ู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู. ุงู„ุทุจุฑุงู†ู‰ ูู‰ ุงู„ุงูˆุณุท ุฑู‚ู… Dari Abu Darda', ia berkata Ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepada saya atas suatu amal yang bisa memasukkan saya ke surga". Rasulullah SAW bersabda, "Jangan marah, maka bagimu surga". [HR. Thabarani] ู„ุง ุชุบุถุจ ูˆู„ูƒ ุงู„ุฌู†ุฉ โ€œJangan marah, maka bagimu syurgaโ€ ุนูŽู†ู’ ุญูู…ูŽูŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู†ู’ ุงูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงูŽูˆู’ุตูู†ูู‰. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ููŽููŽูƒู‘ูŽุฑู’ุชู ุญููŠู’ู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ. ููŽุงูุฐูŽุง ุงู’ู„ุบูŽุถูŽุจู ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนู ุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู Dari Humaid bin Abdurrahman berkata ada seorang laki-laki berkata; โ€œYa Rasulullah nasihatilah saya.โ€ Maka Rasulullah bersabda โ€œJangan marahโ€. Lalu laki-laki itu berkata โ€œKemudian saya berfikir ketika Nabi menyabdakan apa yang dinasehatkan itu, jima memang marah itu dapat mengumpulkan seluruh kejahatan.โ€ HR. Ahmad ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุต ุงูŽูˆู’ุตูู†ูู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ููŽุฑูŽุฏู‘ูŽุฏูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ Dari Abu Hurairah ia berkata Sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad; โ€œNasehatilah saya Ya Rasulullahโ€. Kemudian Rasulullah bersabda; โ€œJangan marah.โ€ Orang itu mengulanginya hingga berkali-kali dan Nabi bersabda; โ€œJangan marahโ€. HR. Bukhari ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠู’ุฏู ุจูุงู„ุตู‘ูุฑูŽุนูŽุฉู. ุงูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠู’ุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู’ู„ุบูŽุถูŽุจู Dari Abu Hurairah bahwa Rasul bersabda โ€œOrang yang kuat itu bukan orang yang kuat dalam bergulat tapi orang yang kuat dalam menahan dirinya ketika marah.โ€ HR. Bukhari ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑุถ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุต ูŠูุตูŽู„ู‘ู‰ ุฑูŽุฃูŽู‰ ููู‰ ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู†ูุฎูŽุงู…ูŽุฉู‹ ููŽุญูŽูƒู‘ูŽู‡ูŽุง ุจููŠูŽุฏูู‡ู ููŽุชูŽุบูŽูŠู‘ูŽุธูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูู†ู‘ูŽ ุงูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ุงูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญููŠูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ููŽู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽู†ูŽุฎู‘ูŽู…ูŽู†ู‘ูŽ ุญููŠูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ููู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู Artinya Dari Abdullah bin Umar berkata โ€œKetika Nabi Muhammad sedang shalat, beliau melihat dahak di arah kiblat masjid. Maka setelah selesai shalat beliau mengeriknya dengan tangan beliau, kemudian beliau bersabda โ€œSesungguhnya seseorang diantara kalian jika sedang shalat, sungguh Allah ada di hadapannya. Maka janganlah sekali-kali berdahak ketika shalat ke arah depannya.โ€ HR. Bukhari ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ุงู„ุฏู‘ูŽุฑู’ุฏูŽุงุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฏูู„ู‘ูŽู†ููŠู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูุฏู’ุฎูู„ูู†ูู‰ ุงู’ู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’. ูˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุงู’ู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู Dari Abu Darda berkata Ada seorang lelaki berkata pada Rasul โ€œYa Rasulullah, tunjukilah saya akan suatu amal yang bisa memasukkan saya ke surga.โ€ Rasul pun bersabda โ€œJangan marah, maka kamu mendapat surga.โ€ HR. Thabrani ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ุงู’ู„ู…ูุณูŽูŠู‘ูŽุจู ุงูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุฌูŽุงู„ูุณูŒ ูˆูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูุงูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ููŽุขุฐูŽุงู‡ู. ููŽุตูŽู…ูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุขุฐูŽุงู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŽุŒ ููŽุตูŽู…ูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู. ุซูู…ู‘ูŽ ุขุฐูŽุงู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉูŽุŒ ููŽุงู†ู’ุชูŽุตูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑูุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุญููŠู’ู†ูŽ ุงู†ู’ุชูŽุตูŽุฑูŽ ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู ุงูŽูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูŠููƒูŽุฐู‘ุจูู‡ู ุจูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽูƒูŽ. ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽุตูŽุฑู’ุชูŽ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽู„ูŽู…ู’ ุงูŽูƒูู†ู’ ูู„ุงูŽุฌู’ู„ูุณูŽ ุงูุฐู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู Dari Saโ€™id bin Musayyab ia berkata โ€œPernah ketika Rasul duduk bersama sahabat-sahabat, lalu ada laki-laki yang mencaci dan menyakiti Abu Bakar tapi Abu Bakar hanya diam. Lalu ia menyakitinya kedua kali dan beliau masih diam. Hingga tiga kali lalu Abu Bakar membalasnya. Lalu Rasul berdiri dan Abu Bakar bertanya โ€œApakah engkau marah kepadaku, ya Rasulullah? Rasul menjawab โ€œTadi malaikat turun dari langit seraya mendustakan apa yang ia katakan kepadamu tapi setelah engkau membalasnya, syetan lalu duduk disitu, maka tidaklah aku pantas duduk karena ada syetan disitu.โ€ HR. Abu Dawud "Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau, dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat. Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Qadha Al-Hawaij, Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 Sekian artikel berjudul "Hadits Jangan Marah Hadits Larangan Marah dan Jaminan Masuk Surga" kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan kita seorang muslim yang sabar, tidak pemarah dan bisa mengendalikan emosi dengan baik sesuai ajaran islam. Wallahu a'lam. โ€“ Hadits tentang menahan amarah. Setiap manusia dibekali kemampuan yang terbatas, tidak ada yang semurna salah satunya dalam hal menahan amarah. Bahkan orang penyabar sekalipun, mungkin bisa meluapkan emosinya kita menjumpai orang yang emosi dan marah-marah, kita harusnya membacakan doa menghilangkan amarah orang lain. Sebab dengan begitu syaitan-syaitan yang dari tadi membisikkan orang tersebut agar meluapkan emosi, bisa segera pula dengan kita, ketika merasa amarah merasuki hati dan jiwa, cobalah membacakan doa agar hati tenang dan tidak gelisah. Insyaallah kita akan mampu menahan amarah dan tidak membuat keadaan menjadi lebih Muhammad SAW pun menganjurkan kita untuk sebisa mungkin menahan amarah, sebab dengan demikian kita banyak mendapatkan keutamaan serta keselamatan. Apa saja? Ini telah banyak diulas dalam hadits dan dalil shahih tentang menahan amarah berikut banyak bicara ini itu lagi, langsung saja silahkan simak ulasan lengkap mengenai daftar hadits shahih tentang menahan amarah, bersikap sabar, dan tidak mudah marah. Dalam bahasa Arab, latin, dan artinya sesuai Hadist Larangan Marahู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠุฏู ุจูุงู„ุตู‘ูุฑูŽุนูŽุฉูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจูโ€œLaysas syadiid bis shuraโ€™ati, innamas syadiidul ladzii yamliku nafsahu indal ghadab.โ€Artinya โ€œRasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda Orang kuat itu bukanlah orang yang jago bergulat. Akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.โ€™ โ€“ Muttafaq Alaih Hadits Shahih Al-Bukhari nomor 6114 dan Muslim nomor 2609.โ€ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠูู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽูˆู’ุตูู†ููŠู’ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ . ููŽุฑูŽุฏู‘ูŽุฏูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง ุ› ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ . ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ูArtinya โ€œDari Abu Hurairah โ€ŽุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡โ€Žโ€Ž bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi โ€ŽMuhammad SAW โ€œBerilah aku wasiatโ€. Beliau menjawab, โ€œEngkau jangan marah!โ€ Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi โ€Žุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda โ€œLa Tagh-Dhob; Jangan marah!โ€ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ู ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุคููˆู’ุณู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงูŽุฆูู‚ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุฎูŽูŠู‘ูุฑูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุนููŠู’ู†ู ู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽArtinya โ€œBarangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.โ€ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูArtinya โ€œJangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga.โ€2. Allah SWT Menahan Siksa ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ โ€œู…ูŽู†ู’ ูƒูŽูู‘ูŽ ุบูŽุถูŽุจูŽู‡ู ูƒูŽูู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฎุฒูŽู†ูŽ ู„ูุณูŽุงู†ูŽู‡ู ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู ุงุนู’ุชูŽุฐูŽุฑูŽ ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ู‚ูŽุจูู„ูŽ ุนูุฐู’ุฑูŽู‡ูโ€œDari Abu Amr ibnu Anas ibnu Malik, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda Barang siapa yang mengekang amarahnya, maka Allah menahan siksa-Nya terhadapnya. Dan barang siapa yang mengekang lisannya, maka Allah menutupi auratnya. Dan barang siapa yang meminta maaf kepada Allah, maka Allah menerima permintaan ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ู‚ุงู„ โ€œู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠุฏู ุจูุงู„ุตู‘ูุฑูุนุฉุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฏููŠุฏูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจูโ€œDari Abu Hurairah dari Nabi Saw. yang telah bersabda Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.โ€ ุฌูŽุงุฑูŠุฉ ุจู’ู†ู ู‚ูุฏุงู…ุฉ ุงู„ุณู‘ูŽุนู’ุฏููŠู‘ูุ› ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ููŠ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ููŠ ูˆุฃู‚ู’ู„ูู„ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽุŒ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุนููŠู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ โ€œู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’โ€. ููŽุฃูŽุนูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽุนูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุงุŒ ูƒูู„ู‘ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู โ€œู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’โ€œHariah ibnu Qudamah As-Saโ€™di yang menceritakan hadis berikut Bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. Untuk itu ia mengatakan, โ€œWahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu nasihat yang bermanfaat bagi diriku, tetapi jangan banyak-banyak agar aku selalu mengingatnya.โ€ Maka Rasulullah Saw. bersabda, โ€œKamu jangan marah.โ€ Ia mengulangi pertanyaannya kepada Nabi Saw. berkali-kali, tetapi semuanya itu dijawab oleh Nabi Saw. dengan kalimat, โ€œKamu jangan marah.โ€ุนูŽู†ู’ ุญูู…ูŽูŠุฏ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃูŽูˆู’ุตูู†ููŠ. ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€œู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’โ€. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ููŽููŽูƒู‘ูŽุฑู’ุชู ุญููŠู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจู ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนู ุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ูโ€œDari Humaid ibnu Abdur Rahman, dari seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi Saw. yang menceritakan Seorang lelaki bertanya, โ€œWahai Rasulullah, berwasiatlah untukku.โ€ Nabi Saw. menjawab, โ€œKamu jangan marah.โ€ Lelaki itu melanjutkan kisahnya, โ€œMaka setelah kurenungkan apa yang telah disabdakan oleh Nabi Saw. tadi, aku berkesimpulan bahwa marah itu menghimpun semua perbuatan jahat.โ€ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฏู‘ููŠ ุนูŽุทููŠู‘ูŽุฉูŽ -ู‡ููˆูŽ ุงุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุงู„ุณู‘ูŽุนู’ุฏููŠู‘ูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุตูุญู’ุจูŽุฉูŒ-ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณู„ู… โ€œุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ูˆุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆุฅู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุชูุทู’ููŽุฃู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุจูุงู„ู…ุงุกูุŒ ููŽุฅุฐูŽุง ุฃูุบู’ุถูุจูŽ ุฃุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆุถู‘ูŽุฃู’โ€œTelah menceritakan kepadaku ayahku di hadapan kakekku yaitu Atiyyah ibnu Saโ€™d As-Saโ€™di yang berpredikat sebagai sahabat, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda Sesungguhnya marah itu perbuatan setan, dan setan itu diciptakan dari api, dan sesungguhnya api itu hanya dapat dipadamkan dengan air. Karena itu, apabila seseorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwuduโ€™.โ€3. Balasan Orang SabarุนูŽู†ู’ ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€œู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ ู…ูŽู„ุฃู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽู…ู’ู†ู‹ุง ูˆูŽุฅูŠู…ุงู†ู‹ุงโ€œImam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman yakni Ibnu Mahdi, dari Bisyr yakni Ibnu Mansur, dari Muhammad ibnu Ajlan, dari Suwaid ibnu Wahb, dari seorang lelaki anak seorang sahabat Rasulullah Saw., dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda Barang siapa yang menahan amarah, sedangkan dia mampu mengeluarkannya, maka Allah memenuhi rongganya dengan keamanan dan iman.โ€ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ูŠูŽุฒูŠุฏุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุณูŽุนููŠุฏูŒุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠ ุฃูŽุจููˆ ู…ูŽุฑู’ุญููˆู…ุŒ ุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ ุจู’ู†ู ู…ูุนูŽุงุฐ ุจู’ู†ู ุฃูŽู†ูŽุณูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ูุ› ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€œู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ุŒ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุคููˆุณู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงุฆูู‚ูุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุฎูŠุฑูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŠู‘ู ุงู„ู’ุญููˆุฑู ุดูŽุงุกูŽโ€œImam Ahmaโ€™d mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Saโ€™id, telah menceritakan kepadaku Abu Marhum, dari Sahl ibnu Muโ€™az ibnu Anas, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda Barang siapa menahan amarah, sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di mata semua makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manakah yang disukainya. Hadits diriwayatkan Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah.โ€ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ โ€œู…ูŽุง ุชูŽุฌูŽุฑู‘ูŽุนูŽ ุนูŽุจู’ุฏูŒ ู…ูู†ู’ ุฌูุฑู’ุนูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฌูุฑู’ุนูŽุฉู ุบูŽูŠู’ุธู ูƒูŽุธูŽู…ูŽู‡ูŽุง ุงุจู’ุชูุบูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูโ€œDari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda Tiada suatu regukan pun yang ditelan oleh seorang hamba dengan pahala yang lebih utama selain dari regukan amarah yang ditelan olehnya karena mengharapkan rida Allah.โ€Demikian ulasan singkat mengenai daftar hadits nabi tentang menahan amarah, hadits jangan marah, niscaya bagimu surga, hadits jangan marah latin dan artinya, ayat al-qurโ€™an tentang emosi, hadits orang yang kuat menahan marah, hadits tentang marah lebih baik diam, hadits larangan marah tulisan latin, hadis jangan marah. Jakarta - Di kala marah, banyak orang tak bisa meredam emosi nya. Sehingga mereka meluapkan amarah tersebut dengan kata-kata kasar, atau melakukan perbuatan tercela, yang bisa menimbulkan merupakan hal yang wajar dan bisa terjadi kapan saja. Tetapi alangkah baiknya jika kemarahan bisa dikontrol agar tidak sampai seorang muslim, sudah sepatutnya berusaha untuk mengendalikan amarah. Karena siapa saja yang bisa menahan kemarahan, Allah akan memberikan surga baginya. At-Thabrani meriwayatkan dari Abu Ad-Darda RA, ia berkata 'Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga'. Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan engkau marah, maka bagimu surga'. HR. ThabraniDisebutkan dalam hadits lain yang dikutip dalam buku Mengembangkan Karakter Anak yang Islami oleh Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, dijelaskan ketika ada seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah untuk meminta nasihat, Rasulullah menasihatinya dengan mengatakan jangan marah seperti disebutkan dalam hadits berikut iniPenjelasan hadits jangan marah, bagimu surga Foto Mengembangkan Karakter Anak yang Islami oleh Ridwan Abdullah SaniArtinya "Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Az-Zainal dari ayahnya dari 'Urwah dari Al=Ahnaf bin Qais berkata, telah mengabarkan kepadaku keponakanku, ia berkata, "Aku berkata kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah! Sampai-kanlah suatu perkataan kepadaku dan peringkaslah mudah-mudahan aku memahaminya.' Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan marah'. Lalu aku mengulanginya berkali-kali, semuanya dibalas Rasulullah dengan sabda, 'Jangan marah." HR. Ahmad.Masih dalam sumber yang sama, pesan tersebut dimaksudkan agar manusia dapat menguasai diri kita marah dengan tidak melampiaskan apa yang dituntut oleh kemarahan. Kemarahan digambarkan sebagai bara api yang dilemparkan oleh setan ke dalam lubuk hati anak adam. Seringkali seseorang menyesal atas apa yang terjadi akibat kemarahan buku Merajut Kehidupan karya Muhammad Tafsir, disebutkan lima langkah meredam dan menghilangkan membaca Ta'awudz, A'udzubillahi minasy syaithanir rajiim. Dengan mengucapkannya, kita memohon perlindungan kepada Allah agar tidak terpengaruh oleh hari Sulaiman bin Shurod RA duduk bersama dengan Nabi SAW, kemudian terdapat dua orang lelaki saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang telah memerah wajahnya dan menegang urat lehernya. Kemudian Rasulullah memberikan nasihat, "Sesungguhnya aku tahu satu perkataan apabila dibaca tentu akan menghilangkan rasa marahnya, jika ia ingin membacanya, 'A'udzubillahi minas-syaithani' Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan, niscaya kemarahan yang dialaminya hilang'. HR BukhariKedua, ketika amarah membara, menahan lisan untuk tidak berkata dan berbicara merupakan cara terbaik. Karena jika tidak, seseorang bisa saja mengeluarkan perkataan kasar atau melaknat dari Ahmad meriwayatkan hadits, bahwa Rasulullah bersabda 'Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah'. HR AhmadKetiga, berwudhu. Nabi menyarankan bagi seorang yang sedang marah untuk mengambil wudhu, karena emosi itu akan padam karena terkena oleh Abu Dawud, dari Athiyyah as-Sa'di RA berkata bahwa Rasulullah bersabda 'Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu'. HR Abu DawudKeempat, mengubah posisi badan. Rasulullah memberi saran kepada umat muslim, jika mereka marah untuk mengganti posisi seseorang marah saat berdiri, maka duduk menjadi posisi paling pas untuk meredakannya. Namun bila duduk tidak mempan juga, maka disarankan untuk Abu Dzarr RA, Nabi SAW bersabda, 'Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang maka sudah cukup. Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah'. HR Abu DawudKelima, mengingat keutamaan meredam amarah. Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadits, bahwa balasan bagi orang yang mampu menahan kemarahannya akan diberi kebebasan dalam memilih bidadari di hari akhir nanti.'Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.' HR. Ahmad & Abu Dawud Simak Video "Lempar Berkas, Surya Darmadi Marah Jelang Vonis Korupsi Rp 86 T" [GambasVideo 20detik] lus/lus

jangan marah bagimu surga hadits